Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

Pembelajaran di Balik Gunung Matahari

Eko Hendri Saiful
_Harian Surya, 2011

Ketika saya berjalan hilir mudik di lingkungan kampus untuk mengikuti kegiatan perkulihaan, beberapa rekan mahasiswa baru menyapa.  Mereka menjabat tanganku dan  bertanya tentang kabar , kegiatan  dan juga tempat tinggalku.  Kami bercakap-cakap mengenai banyak hal. Salah satunya mengenai identitas rekan-rekan mahasiswa yang menjadi panitia Osma 2011. Mereka juga menanyakan mengenai makna tema ’’Mendaki Gunung Matahari ’’ padaku. Aku merasa mendapatkan pengalaman dan pelajaran baru dari percakapan kami. Mereka juga bercerita mengenai kesan dan pesan selama Osma berlangsung.

Sastra Yang Berhulu pada Al-Quran *

Ilham Yusardi
http://padang-today.com/

Setiap malam ke-17 dalam bulan Ramadhan, kita, umat muslim dengan semarak memperingati Nuzul Al-Quran. Pada malam itu, sebagaimana yang telah diterangkan dalam sejarah turunnya Al-Quran, merupakan malam pertama bagi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT, dengan perantara Ruh Kudus, yaitu Malaikat Jibril.

Tanpa Kritikus Sastrawan akan Tetap Lahir

M. Raudah Jambak
http://www.analisadaily.com/

Terlalu banyak persoalan yang berhubungan dengan sastra atau kritik sastra yang menarik untuk dibicarakan. Lebih menariknya lagi, persoalan yang mengemuka selalu itu ke itu saja. Tak pernah selesai. Tak jelas ujung-pangkalnya. Setiap kali diulang masih selalu saja mencuri perhatian kita. Masih tetap menarik untuk disimak.

Menimbang Kembali Kasus Syekh Siti Jenar (I – II)

Walid Syaikhun
http://www.republika.co.id/

(I)
Pada abad ke-16 seorang wali Sufi harus menghadapi tuduhan sesat oleh Majelis Hakim kerajaan Islam Demak. Gara-gara tuduhan ini Syekh Siti Jenar alias Syekh Lemah Abang, sang wali, harus menjalani hukuman mati dengan tikaman sebuah keris yang konon milik Sunan Jati Cirebon. Referensi Islam Indonesia telah membukukan Syekh Siti Jenar sebagai tokoh sesat yang membangkang terhadap kepemimpinan Walisanga.

Tamu Ketiga Lord Byron

Guntur Alam
Koran Tempo, 16 Okt 2011

TAK banyak yang tahu. Ah, mungkin tepatnya, tak ada yang tahu, kalau selain Mary Wollstonecraft Godwin dan kekasihnya, penyair Percy Bysshe Shelley, yang menjadi tamu Lord Byron di musim panas 1816, ada seorang tamu lagi yang menginap di kastilnya malam itu. Kastil megah di tepi Danau Geneva.

Standardisasi Pendidikan

Asarpin
http://sastra-indonesia.com/

Standardisasi pendidikan tak jarang membawa efek penyeragaman. Apa-apa yang beda dan karena itu kreatif, hendak distandarkan. Cara berpikir standar semacam ini sudah lama dijalankan, dan terus dilanjutkan dengan model-model yang sepintas beda tapi tampaknya mengungkapkan hal yang sama.