T
Agus Khaidir *
harian.analisadaily.com
harian.analisadaily.com
TAHUN 2003 kalau tidak silap mendekati akhir, saya pertama
kali menemukan ‘Cantik Itu Luka’. Saya sebut menemukan karena saya memang
mendapatinya secara tidak sengaja. Waktu itu saya hendak mencoba peruntungan
mengubek-ubek buku-buku bekas yang dijajar bertumpuk-tumpuk di lapak-lapak
pedagang buku di kawasan Kwitang, Jakarta.