Langsung ke konten utama

SASTRAWAN TEGAL MENAPAK KE TINGKAT INTERNASIONAL

TIGA SASTRAWAN TEGAL BERTOLAK KE PALEMBANG
Riyadi KS
http://tegalinfo.com/

Tiga Sastrawan Kota Tegal, Nurhidayat Poso, M. Enthieh Mudakir, dan Lanang Setiawan diundang Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) dalam agenda Pertemuan Penyair Nusantara V, 16–19 Juli 2011 mendatang. Acara yang cukup bergensi tersebut akan berlangsung di Hotel Swarnadwipa Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) bersama dengan para sastrawan Nasional dan Asia.

Menurut Lanang Setiawan, DKSS sengaja mengundang mereka karena ketiga seniman dari Kota Tegal itu merupakan sastrawan pilihan yang namanya laik disejajarkan dengan para sastrawan dari Malaysia, Singapura, Brunei, bahkan Thailand.

Dalam surat permohonan panitia penyelenggara yang dikirim ke Tegal, tiga sosok seniman tersebut dinilai DKSS telah mewakili seluruh seniman yang ada di wilayah Tegal dan daerah sekitar dari berbagai disiplin kesenian para seniman yang ada di Tegal. Menurut penilaian pihak penyelenggara, Lanang Setiawan adalah seorang pelopor lahirnya Sastra Tegalan yang tiap tanggal 26 Nopember selalu diperingati sebagai "Hari Sastra Tegalan". Kecuali itu, Lanang Setiawan seorang novelis dan penerima Hadiah Sastra Rancage dan karyanya banyak mengedepankan budaya tegalan yang sudah tersebar ke berbagai daerah. Termasuk Lanang sebagai pencipta lagu tegalan yang produktif.

Sementara M. Enthieh Mudakir dikenal sebagai satu-satunya penyair yang selalu konsisten dalam berkarya dan ia banyak melakukan berjalanan ke berbagai kota di seluruh Indonesia. Ia juga banyak melahirkan beberapa atologi puisi seperti “Malam Begini Bening”, “Koor Zaman”, “Cemas Belum Menyerah” dan termasuk banyak mementaskan sajak-sajaknya yang telah dimusikalisaikan di beberapa daerah di Pulau Jawa. Namanya melambung ketika ia menjadi actor terbaik dalam festival teater RSPD tahun 1987.

Sedang Nurhidayat Poso selain dikenal sebagai tokoh teater dari Teater Puber yang banyak melahirkan naskah drama dan pementasan, adalah juga cerpenis yang banyak membukukan karyanya baik cerpen maupun naskah dramanya. Ia tergolong sastrawan yang pernah mendapatkan penghargaan dari menteri kebudayaan Jero Wacik.

Ketiga seniman di atas, sehabis lebaran direncanakan mendapat penghargaan seniman berprestasi dari Pemkot Tegal, yang pelaksanaan Penganugrahan kepada mereka berlangsung di TMII Jakarta.

Dari faktor itulah, yang akhirnya mendasari kami diundang ke Palembang selain karya kami yang telah disurvai lewat studi perpustakaan dan nara sumber kridibel," ujar Lanang mengutip surat dari penyelenggara Pertemuan Penyair Nusantara V. Ditambahkan Lanang, dalam pertemuan di Palembang nanti, acara yang akan digeber meliputi pembacaan puisi, seminar, penerbitan antoogi puisi, pameran buku, apresiasi ke sekolah/perguruan tinggi, dan wisata budaya. "Dalam pertemuan nanti, kami bakal mengusung tema lokal. Saya sendiri nanti akan membacakan sajak Tegalan berjudul "Tembangan Banyak", terjemahan dari sajak "Nyanyian Angsa" karya WS. Rendra. Sedang Nurhidayat Poso menampilkan monolog dan M. Enthieh Mudakir bakal memukau dengan puisi-puisi terbarunya," terang Lanang. Ketiga seniman tersebut, akan bertolak dari Tegal tanggal 15 Juli 2011 ke Bandara Soekarno - Hatta menuju Palembang, Sumatera Selatan.

11 July 2011
http://tegalinfo.com/index.php/berita/sebi-budaya/570-sastrawan-tegal-menapak-ke-tingkat-internasional.html

Komentar

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com