Langsung ke konten utama

Di balik tembok angkuh KJRI

Syifa Aulia
http://sastra-indonesia.com/

Berpuluh tahun gedung itu berdiri
tetap angkuh tak tersentuh
hingga kini
berkali-kali penguasa berganti
tak ada perubahan yang berarti
sebab tuhan telah bersarang
di kepala para petinggi

segala janji manis terpapar
selaksa cahaya memendar
lalu pudar

suara-suara telah terbiasa diacuhkan
padahal kami semua perempuan
datang tak berpedang
pun menabuh genderang perang
kami hanya ingin menguraikan
masalah yang tak teratasi sendiri
mengadukan ketidak-adilan
yang terpampang di depan
mata setiap hari

sebab konon kalian
perantara negara
untuk melindungi tiap warganya

tapi kalian telah memupuskan
nilai kemanusiaan
hingga kepala dipenggal
tiada dipedulikan
teriakkan di jalanan kata
LAWAN
hanya simbol perlawanan
yang tak pernah selesai
kami rumuskan

kini kulantang bertanya;
sesungguhnya apa pentingnya KJRI buat kita?

Komentar

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com