Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Javed Paul Syatha

LAGU SURGA

aku membaca surga di halaman matamu
kutemukan seayat sungai mengalir bening

tak bisa kutolak khuldi menggantung ranum di dadamu
dan kita menikmatinya dalam hentian waktu
yang merampas keabadian.

Lamongan, 2005 - 2008



SECANGKIR SEPI

hanya sepi tersaji
lantas aku
segala yang luruh
dan angin kembali terhunus
atas beku nafasmu
hitam

bersamamu
aku diam menepi
segala
yang datang
telah pergi
lunaskan hikayah tak terurai
laiknya secangkir sepi
pada peribadatan
seonggok embun dini hari

hatimu hening
seperti titik cahaya tanpa persemayaman
mencari segala altar
mendoa
segala yang datang dan pergi
darimu

jiwajiwa melesat jadi gerimis
jadi angin dan tanah

sekadar secangkir sepi
lantas aku
segala yang luruh
dan angin kembali menggores
atas beku nafasku
kelu.

Lamongan, 2006 – 2008



PELUKIS SEPI


lukis saja burung terbang
dalam kanvas burammu
agar anganmu pun melayang

atau,
setidaknya kau tak lagi
melukis sepi
sebagai pengembara
dan hanya bisa bermimpi.

Lamongan, 2003



WUJUDKU DALAM CERMIN


aku menemukan wujudku sendiri pada sebuah cermin,
sekalipun sungguh aku tidak berada dalam cermin itu.

Lamongan, 2002

Komentar

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com