14/10/08

HAMSAD RANGKUTI: MENULIS SEBAGAI PROFESI

Sutejo
Ponorogo Pos

Siapa yang tidak kenal Hamsad Rangkuti? Sastrawan ini lebih dikenal sebagai penulis fiksi yang andal. Kumpulan cerpennya, Bibir dalam Pispot mendapatkan hadiah Khatulistiwa Award dengan total Rp 70 juta berikut berjalan-jalan keliling Inggris.
 
Dalam laporan MataBaca, Hamsad mengungkapkan beberapa hal penting yang menarik untuk direnungkan. Hal menarik itu diantaranya adalah (a) dia mulai meninggalkan beberapa kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan menulis, (b) semakin banyak membaca semakin banyak yang bisa diperoleh, (c) dialog dan narasi akan datang susul menyusul, begitu latar, tokoh dan peristiwa ditemukan (September, 2005:10). Di samping itu, dalam sebuah media nasional Hamsad diberitakan mempunyai kebiasaan aneh, “kungkum di kolam rumah setiap pagi berkisar 2 jam”.

Jika kita ingin belajar menulis dari tokoh ini, maka hal pertama yang menarik diingat adalah “bagaimana keberanian kita untuk meninggalkan hal-hal (tugas-tugas) yang tidak ada kaitannya dengan menulis”. Dalam praksis kehidupan mutakhir, memang, hal ini sulit dilakukan. Apalagi, jika kita mengingat banyak penulis yang melakoni profesi ganda. Ada yang dosen, dokter, psikolog, penyanyi, artis, wartawan, dan sebagainya. Hanya, hal positif yang dapat ditarik dari apa yang diputuskannya itu adalah (a) menulis butuh pengorbanan, (b) menulis butuh fokus, dan (c) menulis butuh profesionalitas.

Meninggalkan tugas lain selain menulis memang terlalu “naïf” barangkali bagi sebagian orang. Tetapi, dalam dunia kepenulisan banyak pula orang-orang yang memang hanya menggantungkan pada profesi kepenulisan. Nama-nama seperti Beni Setia, Harjono WS, Ratna Indraswari Ibrahim, Afrizal Malna, Ucu Agustin, Eka Kurniawan, dan Isbedy Setiawan adalah orang-orang yang istikomah di bidang kepenulisan.

Karena itu, hal-hal yang dapat dieksplorasi berkaitan untuk menyubutkan kepenulisan adalah kegiatan macam (a) membaca, (b) diskusi dengan kolega dan siapapun, (c) bertamasya spiritual untuk menemukan ide, (d) berenung, (e) meditasi, (f) mendengarkan musik dan menonton film, (g) mengritisi berita, (h) mendengarkan cerita dari teman, (i) mencari hal-hal unik di lingkungan, (j) mencari dan merenungkan hal-hal yang bernilai humanitas tinggi, (k) melukis, (l) seminar dan workshop, (m) sharing proses kreatif dengan banyak pihak, dan berbagai kegiatan empatif lainnya.

Mengapa kegiatan ini penting dibudidayakan? Tentunya, hal ini didasari oleh filosofi bahwa dar semua itulah ide kepenulisan dapat direngkuh. Dari pengalaman banyak penulis hal-hal itu dinilai dapat menelurkan ide menarik. Untuk ini, jika Anda berkepentingan untuk menemukan sejumlah ide maka hal-hal itu penting difasilitasi agar tugas-tugas kepenulisan dapat dikaryakan.

Kedua, berguru pada membaca. Bagi Hamsad, semakin banyak membaca memang akan semakin banyak yang dapat diperoleh. Karena, memang, dengan membaca transfer informasi dapat dipetik, pengetahuan dapat diraih. Pengalaman Negara Jepang, misalnya, bahkan telah mentradisikan membaca dan menulis dalam hari-hari keluarga di Jepang. Akibat dari hasil membaca ini bagi Jepang adalah transfer ilmu pengetahuan dan teknologi secara besar-besaran sejak 1962.

Dengan begitu, jika kita ingin menulis memang penting untuk membumikan kebiasaan membaca. Membaca sendiri memang ibu kandung dari ilmu pengetahuan. Di samping, dengan membaca imajinasi dapat berkeliaran bebas, mengembara tanpa batas, tanpa penyekat. Sebuah tamasya hati dalam bahasa Ibnu Duraid. Mengingat substansialitas membaca demikian maka kunci keberhasilan kepenulisan terpanggul di pundaknya. Hal ini mengingatkan akan filosofi membaca sebagai si peminta sehingga jadi kaya. Membaca dalam konteks kepenulisan fiksi tidak terbatas. Apa pun materi pembacaan akan memperkaya imajinasi: politikus busuk, perempuan peselingkuh, suami takut isteri, kriminalitas, sensualitas, dan sebagainya. Pendek kata dalam rumus penulisan fiksi tidak ada pembatasan materi. Semuanya bermanfaat untuk menumbuhkan imajinasi.

Ketiga, adalah pentingnya mengalir dalam menulis. Resep penting Hamsad adalah bagaimana dialog dan narasi akan datang sendiri ketika seorang pengarang telah mampu melakukan pelukisan latar, tokoh, dan terpilihnya peristiwa sebagai ruh cerita. Peristiwa dalam penulisan fiksi, sebagaimana saran banyak pengarang, bukanlah sekadar peristiwa biasa. Tetapi sebuah peristiwa terpilih. Peristiwa tentu melahirkan tokoh dan tempat, karena itu, ketiganya merupakan tautan penting yang menarik untuk dipahami.

Di situlah, sebagaimana pengakuan Hamsad narasi akan hadir, dialog akan menyusul. Dalam praktik komunikasi memang kehadiran tokoh nyaris tidak mungkin tanpa ”narasi”, tanpa dialog. Hal itu, akan tercipta ”otomatis”. Hanya, problem penulis baru biasanya adalah bagaimana memindahkan narasi ke dialog, dan dari dialog ke narasi.

Dalam praktik kepenulisan, dialog dapat dihadirkan dalam bentuk pertemuan tokoh, munculnya tokoh baru, melalui mimpi, atau lamunan. Untuk ini barangkali problemnya adalah bagaimana imajinasi pengarang lebih alami dalam memandang realita sosial. Kemahiran narasi sebaliknya dapat diciptakan misalnya untuk (a) melukiskan tokoh, (b) melukiskan seting, (c) menceritakan watak, (d) membuat alur cerita, (e) mengilustrasikan konflik, samapi (f) menceritakan lamunan.

Dalam pertemuan dengan penulis pada tahun 2001, Hamsad pernah menceritakan tentang cerpen yang sempat menimbulkan keresahan isterinya. Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu. Sebuah cerpen yang menurut amatan saya, itulah yang paling panjang judulnya. Berpijak dari contoh ini, maka hal menantang adalah keberanian kita untuk berbeda. Berani melakukan sesuatu yang –barangkali belum ada sebelumnya--. Contoh cerpen itu adalah “kelangkaan” dari aspek judul cerpen sebelumnya.

Hal lain yang dapat dipetik dari Hamsad adalah bagaimana menjadikan profesi menulis sebagai yang utama. Bahkan, sebagai gantungan hidup. Pilihan profesi yang tidak semua berani melakukannya. Apa pun tentu dalam logika motivasi jika ditekuni akan mendapatkan manfaat dan hasil yang tidak sedikit. Untuk itu, jika dunia semakin rumit, kompleks, maka pilihan kepenulisan sebagai profesi merupakan satu alternatif. Di samping, dunia kepenulisan ini akan memberikan kedewasaan dan kematangan mental-hati untuk menjadi manusia sempurna. Bercahaya hatinya, cari dan mengalir batok kepalanya.

Kesimpulan, jika kita pengin menulis fiksi maka mengalir sajalah dengan membayangkan tokoh, tempat, dan peristiwa. Narasi dan dialog dapat diciptakan. O, ya satu lagi, tentang kebiasaan Hamsad yang berendam di kolam, ternyata dilakukan untuk menemukan ide. Aneh, memang. Begitulah seringkali penulis memang aneh. Karena itu, jangan kuatir, jangan takut jika statu waktu menjadi manusia aneh! Selamat mencoba.. Mengawali hari ini menuai di hari nanti.
***

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Anzib A. Junianto A. Qorib Hidayatullah A. Yusrianto Elga A.D. Zubairi A.S. Laksana Abang Eddy Adriansyah Abdi Purmono Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kirno Tanda Abdul Wachid B.S. Abdurahman Wahid Abidah el Khalieqy Abiyyu Abu Salman Acep Zamzam Noor Achiar M Permana Ade Ridwan Yandwiputra Adhika Prasetya Adi Marsiela Adi Prasetyo Adreas Anggit W. Adrian Ramdani Afrizal Malna Afthonul Afif Agama Para Bajingan Aguk Irawan Mn Agus B. Harianto Agus Buchori Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sulton Agus Sunarto Agus Utantoro Agus Wibowo Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Fatoni Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajie Najmudin Ajip Rosidi Akbar Ananda Speedgo Akhiriyati Sundari Akhmad Fatoni Akhmad Saefudin Akhmad Sekhu Akhmad Taufiq Akhudiat Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Alhafiz K Ali Shari'ati Alizar Tanjung Alvi Puspita Alwi Karmena Amarzan Loebis Amien Kamil Amien Wangsitalaja Amiruddin Al Rahab Amirullah Amril Taufiq Gobel Amy Spangler An. Ismanto Andrea Hirata Andy Riza Hidayat Anes Prabu Sadjarwo Anett Tapai Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anne Rufaidah Anton Kurnia Anton Suparyanto Anung Wendyartaka Anwar Holid Aprinus Salam Ari Dwijayanthi Arie MP Tamba Arif B. Prasetyo Arif Bagus Prasetyo Arif Hidayat Aris Darmawan Aris Kurniawan Arswendo Atmowiloto Arti Bumi Intaran Arwan Tuti Artha AS Sumbawi Asarpin Asef Umar Fakhruddin Asep Sambodja Asep Yayat Askolan Lubis Asrul Sani Asvi Marwan Adam Asvi Warman Adam Audifax Awalludin GD Mualif Awaludin Marwan Bagja Hidayat Balada Bale Aksara Bambang Bujono Bambang Irawan Bambang Kempling Bambang Unjianto Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Beni Setia Berita Berita Utama Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Binhad Nurrohmat Bobby Gunawan Bonnie Triyana Bre Redana Brunel University London Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hatees Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiman S. Hartoyo Burhanuddin Bella Cak Kandar Catatan Cepi Zaenal Arifin Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Cucuk Espe D Pujiyono D. Zawawi Imron Dadang Ari Murtono Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Danarto Dantje S Moeis Darju Prasetya Darwin David Krisna Alka Dedy Tri Riyadi Deni Ahmad Fajar Denny JA Denny Mizhar Deny Tri Aryanti Dian Hartati Dian Sukarno Dicky Dina Oktaviani Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Djuli Djatiprambudi Dodi Ambardi Dody Kristianto Donatus Nador Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Arjanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Kartika Rahayu Dwi Khoirotun Nisa’ Dwi Pranoto Dwicipta Edy Firmansyah Eep Saefulloh Fatah Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Hendri Saiful Eko Suprianto Emha Ainun Nadjib Endah Sulwesi Endi Haryono Endri Y Enung Sudrajat Erwin Erwin Dariyanto Erwin Setia Esai Esha Tegar Putra Evan Ys Evieta Fadjar F. Aziz Manna Fadjriah Nurdiarsih Fahrudin Nasrulloh Faidil Akbar Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Farida-Suliadi Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Feby Indirani Felik K. Nesi Fenny Aprilia Festival Sastra Gresik Fikri MS Firdaus Muhammad Firman Nugraha Fuad Nawawi Galang Ari P. Gampang Prawoto Ganug Nugroho Adi Gerakan Literasi Nasional Gerakan Surah Buku (GSB) Gerson Poyk Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gregorio Lopez y’ Fuentes Gugun El-Guyanie Gunawan Budi Susanto Gunawan Maryanto Guntur Alam Gus tf Sakai Gusti Eka H Marjohan HA. Cholil Mudjirin Hadi Napster Halim HD Hamberan Syahbana Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Hanik Uswatun Khasanah Hans Pols Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Firdaus Hasan Gauk Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hawe Setiawan Helwatin Najwa Hepi Andi Bastoni Heri KLM Heri Latief Heri Ruslan Herman RN Hermien Y. Kleden Herry Lamongan Heru Kurniawan Heru Nugroho Hudan Hidayat Hudan Nur Hudel Humaidiy AS Humam S Chudori I.B. Putera Manuaba Ibn Ghifarie Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Idrus Ignas Kleden Ika Karlina Idris Ilham khoiri Ilham Yusardi Imam Cahyono Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indiar Manggara Indra Intisa Indra Tranggono Indrian Koto Intan Indah Prathiwie Inung AS Iskandar Noe Iskandar P Nugraha Iwan Nurdaya-Djafar Iyut Fitra J.J. Rizal Jacques Derrida Jafar Fakhrurozi Jafar M Sidik Jafar M. Sidik Jaleswari Pramodhawardani Jamal D Rahman Jamal T. Suryanata Jamrin Abubakar Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean Couteau Jean-Marie Gustave Le Clezio Jefri al Malay Jihan Fauziah JJ Rizal JJ. Kusni Jodhi Yudono Johan Edy Raharjo Joko Pinurbo Jokowi Undercover Jonathan Ziberg Joni Ariadinata Joni Lis Efendi Jual Buku Juli Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kang Warsa Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasijanto Sastrodinomo Kasnadi Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Keith Foulcher Khansa Arifah Adila Khisna Pabichara Khrisna Pabichara Kirana Kejora Koh Young Hun Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kostela (Komunitas Sastra Teater Lamongan) Kristine McKenna Kritik Sastra Kukuh Yudha Karnanta Kurie Suditomo Kurniawan Yunianto Kuswaidi Syafi'ie Kuswinarto L. Ridwan Muljosudarmo Lan Fang Langgeng W Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Leo Kelana Leo Tolstoy Lia Anggia Nasution Linda Christanty Liza Wahyuninto LN Idayanie Lukman Santoso Az Luky Setyarini Lutfi Mardiansyah M Abdullah Badri M Aditya M Anta Kusuma M Fadjroel Rachman M. Arman AZ M. Faizi M. Harir Muzakki M. Kanzul Fikri M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S. M. Misbahuddin M. Mushthafa M. Nahdiansyah Abdi M. Raudah Jambak M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Makyun Subuki Maman S Mahayana Marcus Suprihadi Mardi Luhung Marhalim Zaini Mario F. Lawi Maroeli Simbolon S. Sn Martin Aleida Martin Suryajaya Marwanto Mashuri Matroni Matroni El-Moezany Mawar Kusuma Max Lane Media: Crayon on Paper Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia MG. Sungatno Misbahus Surur Miziansyah J. Moh. Samsul Arifin Mohammad Eri Irawan Muhammad Antakusuma Muhammad Firdaus Rahmatullah Muhammad Muhibbuddin Muhammad Rain Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhammd Ali Fakih AR Muhidin M. Dahlan Mukhlis Al-Anshor Mulyo Sunyoto Munawir Aziz Murnierida Pram Musa Asy’arie Mustafa Ismail N. Syamsuddin CH. Haesy Nandang Darana Nara Ahirullah Naskah Teater Nazar Nurdin Nenden Lilis A Nezar Patria Nina Herlina Lubis Ning Elia Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Nobel Noor H. Dee Noval Jubbek Novelet Nu’man ‘Zeus’ Anggara Nunik Triana Nur Faizah Nur Wahida Idris Nurcholish Madjid Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nuriel Imamah Nurman Hartono Nuruddin Al Indunissy Nurul Anam Nurul Hadi Koclok Obrolan Oka Rusmini Oktamandjaya Wiguna Olivia Kristinasinaga Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Oyos Saroso H.N. Pandu Jakasurya Parak Seni Parakitri T. Simbolon PDS H.B. Jassin PDS. H.B. Jassin Pembebasan Sastra Pramoedya Ananta Toer Pramoedya Ananta-Toer Pringadi Abdi Surya Pringadi AS Prof. Tamim Pardede sebut Bambang Prosa Proses Kreatif Puisi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N PUstaka puJAngga Putu Wijaya Qaris Tajudin R.N. Bayu Aji Radhar Panca Dahana Rahmat Hidayat Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Ranang Aji S.P. Ranggawarsita Ratih Kumala Ratna Sarumpaet Ratu Selvi Agnesia Raudal Tanjung Banua Remy Sylado Rengga AP Resensi Resistensi Kaum Pergerakan Revolusi RF. Dhonna Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridwan Munawwar Galuh Riki Dhamparan Putra Risang Anom Pujayanto Riswan Hidayat Riyadi KS Rodli TL Rofiqi Hasan Rojil Nugroho Bayu Aji Rukardi S Sopian S Yoga S. Jai Sabrank Suparno Sahaya Santayana Sainul Hermawan Sajak Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sanggar Teater Jerit Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sari Oktafiana Sartika Dian Nuraini Sasti Gotama Sastra Sastra Liar Masa Awal Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) Sekolah Literasi Gratis (SLG) STKIP Ponorogo Selo Soemardjan Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Septi Sutrisna Sergi Sutanto Sevgi Soysal Shinta Maharani Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Siswoyo Sita Planasari A Siti Rutmawati Siti Sa’adah Sitor Situmorang Slamet Hadi Purnomo Sobih Adnan Soeprijadi Tomodihardjo Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sotyati Sri Wintala Achmad St. Sunardi Stefanus P. Elu Stevy Widia Sugi Lanus Sugilanus G. Hartha Suherman Sukardi Rinakit Sulaiman Djaya Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sungging Raga Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Surat Suripto SH Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susianna Susiyo Guntur Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suyadi San Syafruddin Hasani Syahruddin El-Fikri Syaiful Amin Syifa Aulia Syu’bah Asa T Agus Khaidir Tasyriq Hifzhillah Tatang Pahat Taufik Ikram Jamil Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Presetyo Teguh Ranusastra Asmara Teguh Winarsho AS Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Theresia Purbandini Thowaf Zuharon Tia Setiadi Tita Maria Kanita Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tony Herdianto Tosa Poetra Tri Purna Jaya Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Tulus S Ulfatin Ch Umbu Landu Paranggi Umi Kulsum Universitas Indonesia Universitas Jember Urwatul Wustqo Usman Arrumy Utami Widowati UU Hamidy Veronika Ninik Vien Dimyati Vino Warsono Virdika Rizky Utama Vyan Taswirul Afkar W Haryanto W. Herlya Winna W.S. Rendra Wahyu Heriyadi Wahyu Hidayat Wahyu Utomo Walid Syaikhun Wan Anwar Wandi Juhadi Warih Wisatsana Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Budiartha Wayan Supartha Wendoko Wicaksono Adi William Bradley Horton Wisnu Kisawa Wiwik Widayaningtias Wong Wing King Y. Wibowo Yang Lian Yanuar Yachya Yetti A. KA Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yopie Setia Umbara Yos Rizal Suriaji Yoserizal Zein Yosi M Giri Yudhi Fachrudin Yudhi Herwibowo Yulia Permata Sari Yurnaldi Yusri Fajar Yuval Noah Harari Z. Afif Zacky Khairul Uman Zakki Amali Zamakhsyari Abrar Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhou Fuyuan Zul Afrita