23/10/11

Puisi-Puisi Indiar Manggara

PENARI DI ATAS KATA-KATA
(kepada dewi)

kali ini aku membisu
terbungkam jarum jam dinding
yang mengetuk setiap detik
seperti kata-kata berlarian meninggalkanku
menari di atas kata-kata.

“wahai penariku, datang dengan amatlah memesona.”

waktu yang semakin menua tersenyum
menidurkanku dalam buai indah tariannya
keringat yang membasahi imajinasi
menjamahi tiap lekuk tubuhnya
dan kubasahi dengan hitam yang elok
tertoreh dalam tariannya

bukan itu. bukan ini. entah apa?
kulukiskan saja seperti itu
pantaslah

teruslah menari di atas kata-kataku.
agar mereka pula terpaku pada detik jam dinding
yang semakin saja menua di tempatnya

15 januari '05



PUSPITA

Tertatih-tatih berjalan di atas langkah peluh
Pencerahan diam mati sepi entah menanti
Kembang sari terang redup-redup terang
Harum menakik dalam tidur pencarianku

Dingin abu-abu tergaris di bawah senyuman
Membaringkan aku di fatamorgana ruang
Di sana-di sini masih saja
Aku dan pencarianku

Sajak bulan telah rapuh terlukis cermin
Menjelma selara-selara tua retak
Tapi nafas itu masih utuh
Berhembus berdetak mempan merajut nyawa

Masih saja
Renyai harum terselip sepi
Terang redup-redup terang
Tetap menyala

9 oktober ‘05



DIA

dia
yang bersembunyi di kulit lembah dadanya
membawa desau ngilu pada jari-jari malam
selalu kulukis wajah buram itu
dan kubalutkan kerudung hitam
sehitam mantra tua di puncak kastil
sebagai garis namanya

dia
yang bersembunyi di balik pualam tubuhya
seperti lekukan puisi kelam
mengalir seperti sungai keringat di lehermu
membagikan potongan-potongan mayat dalam
sebuah kado berpita

dia
yang berada di balik tawa genitnya
mengirimku kekosongan
senyap
sepi
sunyi
bertabur mawar merah terjilat temaram lilin
aku membayang pada temaramnya

dia
yang selalu kulukis buram pada wajah itu
menoreh siang
membekas malam
tersenyum pada cercahan cermin retak
menari dalam mimpiku
menyelimuti dari renyai gerimis
malam itu dan nanti

20-23 oktober ‘05

Dijumput dari: http://indiarmanggara.blogspot.com/

Tidak ada komentar: