Langsung ke konten utama

Ketika Bahasa Berbuah Cinta

Mahmud Jauhari Ali
www.tulisanbaru-mahmud.blogspot.com

Kita kadang mendengar adanya pertengkaran yang dipicu oleh kata-kata yang merupakan wujud dari bahasa. Bahkan, karena bahasa pula orang dapat saling membunuh satu sama lainnya di dunia ini. Jika kita merenungi kejadian-kejadian yang terjadi karena penggunaan kata-kata, kita akan sampai pada simpulan bahwa bahasa sebenarnya memiliki kekuatan yang dahsyat. Karena bahasa, orang dapat saling bertengkar, dendam, hingga saling membinasakan. Hal di atas merupakan dampak buruk yang disebabkan oleh dahsyatnya bahasa dalam kehidupan kita di dunia ini jika kita tidak dapat menggunakan bahasa sebagaimana mestinya. Akan tetapi, kedahsyatan bahasa dapat pula berdampak pada kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Kapankah bahasa dengan kekuatan dahsyatnya dapat membawa kita kepada kebaikan dan kebahagian itu? Jawabnya adalah ketika bahasa berbuah cinta.

Terdengar asing memang di telinga kita jika bahasa dapat berbuah cinta. Walaupun demikian, kita tidak dapat memungkiri kenyataan bahwa bahasa memang dapat berbuah cinta. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menggunakan bahasa sebagaimana mestinya. Maksud sebagaimana mestinya itu adalah kita menggunakan bahasa dengan memilih kata-kata yang sopan, tidak tabu, tidak membuat orang lain kecewa, sedih, atau bahkan marah, dan tentunya memilih kata-kata yang membuat orang lain merasa senang, cinta, dan sayang kepada kita. Dengan demikian, bahasa yang kita gunakan akan berbuah cinta yang tumbuh dalam diri orang lain kepada kita. Percayalah dengan kata-kata seperti paparan saya di atas tadi, insya Allah orang-orang di sekitar kita akan senang, cinta, bahkan menyayangi kita.

Kita sebagai manusia yang normal tentulah lebih memilih dicintai bahkan disayangi oleh orang lain daripada dibenci atau bahkan dijauhi oleh orang lain di sekitar kita. Sebagai makhluk sosial yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan orang lain, kita sepantasnyalah berbenah diri sejak sekarang untuk menggunakan bahasa sebagaimana mestinya sehingga bahasa yang kita gunakan berbuah cinta dalam diri orang lain kepada kita. Dengan tumbuhnya cinta dalam diri orang lain tersebut, insya Allah kita akan mendapatkan kebaikan dan kebahagian di dunia ini dan di akhirat kelak.

Cinta orang lain kepada kita yang tumbuh dari penggunaan bahasa tersebut akan tetap ada selama kita tetap menggunakan bahasa sebagaimana mestinya kepada orang lain. Oleh kerena itulah, kita juga selayaknyalah menggunakan bahasa yang baik atau sebagaimana mestinya itu setiap hari. Dengan demikian, bahasa akan berbuah cinta setiap hari pula dan cinta orang lain kepada kita akan semakin kuat. Sebenarnya, dengan cinta yang timbul sebagai buah dari bahasa dapat mepererat tali persaudaran di antara kita. Bukan hanya persaudaran seagama, melainkan juga persaudaran bangsa Indonesia. Kita sebagai warga negara Indonesia dapat memanfaatkan buah dari bahasa yang berupa cinta ini untuk mempererat persaudaran dalam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mengakhiri tulisan saya ini, marilah kita sejak sekarang mau berusaha untuk menggunakan kata-kata yang tidak membuat orang lain sedih, kecewa, marah, apalagi dendam kepada kita. Kata-kata seperti itu hanya akan membuat hubungan kita dengan orang lain menjadi renggang sehingga akan ada jurang pemisah antara kita dengan orang lain. Hal ini juga dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa kita Sebaliknya, kita gunakan saja kata-kata yang menumbuhkan rasa senang, cinta, dan sayang dalam diri orang lain kepada kita. Ketika bahasa berbuah cinta seperti itu, kita akan memiliki hubungan yang harmonis dengan orang lain di sekitar kita dalam kaitannya dengan kita sebagai makhluk sosial. Dengan hal terakhir tadi, kita sebenarnya sudah mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hebat bukan?

Komentar

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com