Langsung ke konten utama

Hasil Penelusuran Penyair S Yoga Soal Karya Plagiat di Horison Edisi Januari 2011

Pengisah Akutagawa Cerpen Kappa Cerpen yang Sama
S Yoga
http://www.facebook.com/notes/m-anshor-sjaroni/hasil-penelusuran-penyair-s-yoga-soal-karya-plagiat-di-horison-edisi-januari-201/10150093109338476

Ada cerpen Dadang Ari Murtono di Majalah Horison, judulnya Pengisah Akutagama, kok hampir mirip dan kalimat-kalimatnya banyak yang sama ya dengan cerpen Kappa, akutagama Ryunossuke, terjemahaan Bambang Wibawarta. Kalau yang di Kompas dan Lampung Post, kan udah lama dipermasalahkan dan Kompas juga udah mencabut cerpen itu dan dianggap tidak ada. Tapi ini yang di Majalah Horison yang orang jarang baca, aku beli awal Januari tapi baru sempat baca awal februari, monggo di baca sendiri. atau mungkin akutagama menjelma menjadi dadang. Kalau di Kappa dan Pengisah Akutagawa ada tokohnya yang bunuh diri dengan menembak kepalanya, apa mungkin Dadang juga sedang merencanakan bunuh diri. Entahlah.

Salah satunya yang sama adalah surat/sajak setelah tokoh Tock bunuh diri kalimatnya sama persis:

Ayo bangkit dan pergi
Melintasi dunia ini menuju jurang dalam
Jurang terjal penuh batu karang
Tempat air pegunungan mengalir jernih
Dan tercium wangi bunga rerumputan

Bahkan dalam sub judul yang sama persis dengan cerpen Kappa, yakni Laporan Tentang Arwah Penyair Tock, kurang lebih ada 21 pertanyaan dan jawaban, antara tokoh kami dan Nyonya Hop yang dirasuki arwah Tock, yang sama persis tanpa diedit, kata-kata/kalimat-kalimatnya.

Paling mudah baca aja sub judul Laporan Tentang Arwah Penyair Tock ke belakang, kurang lebih di terjemahan Bambang Wibawarta, berturut-turut ada 6 halaman, yang ditulis sama persis dalam cerpen Pingisah Akutagawa-Dadang Ari Murtono

80% hanya mengetik ulang tanpa diedit
Lihat: http://syoga.blogspot.com/2011/02/cerpen-pengisah-akutagawa-plagiat.html

Bagikan

*
*
Ricky Rayhan, Pringadi Abdi Surya dan 5 orang lainnya menyukai ini.
*
o
Syt Ethex walah…..apa yang aku pridiksi akhirnya terjawab juga
22 jam yang lalu
o
Fahri Asiza Wah, jadi itu???? Halaaah! Dadang memang plagiator ulung!!!
22 jam yang lalu
o
Pringadi Abdi Surya PARAH!
22 jam yang lalu
o
Pringadi Abdi Surya Sebagai penggemar besar Kappa, yang membuatku murung membacanya berminggu-minggu, nggak rela Kappa diplagiat.
22 jam yang lalu · 1 orangMemuat…
o
Gunawanti Armadani oalah mas dadang2,kl ga bs nulis mbok ya ga usah jadi penulis,kl BU ya cr kerja lainx jangan karya orang diobok-obok,.
21 jam yang lalu
o
Penumpang Sepur Ekonomi ha3…ini plagiat atau copy paste Mas Anshor? Mas, klo rumah sampean d daerah Sedati dan dekat dgn rumah Pak Andik kpn2 boleh main k rumah?

Salam

Dody Kristianto
21 jam yang lalu
o
Bamby Cahyadi Sebenarnya, aku sudah membaca Pengisah Akutagawa di majalah Horison awal Januari lalu. Berhubung masalah plagiatnya di Lampung Post tdk mendapat respon dari para redaktur sastra/koran dan majalah, dgn dimuatnya karya2 cerpen dadang secara bertubi-tubi di koran2 nasional dan lokal. Aku pikir sudahlah. Mungkin karya2 dia memang layak dimuat, tapi saat perempuan tua dalam rashomon dimuat ulang di kompas aku sangat geram. Dan kekesalanku kutumpahkan pada redaktur kompas. Mengenai yang Hiroson, sebaiknya ada yang menyurati redakturnya.
20 jam yang lalu · 1 orangMemuat…
o
Bamby Cahyadi Ada kecenderungan redaktur sastra koran2 papan atas memilih cerpen yang bersetting luar negeri? Atau cerpen2 dgn bahasa yang belibet (kata pak hamsad rangkuti, akrobat kata2)
20 jam yang lalu · 1 orangMemuat…
o
Faradina Izdhihary Hehehe iya kali Mas Bam… apa redaktur mikir kalau settingnya LN berarti membutuhkan daya imajinasi yang tinggi?
20 jam yang lalu
o
Sujai Marali Meski tulisan saya belum pernah sama sekali dimuat di media sastra besar, kompas dan horison, sebagai penulis, saya betul-betul SEDIH, MALU dengan peristiwa ini. ini soal kejujuran–salah satu paling krusial dari ruh kesusastraan. TIDAK SAMPAI HATI saya untuk memperlakukan sastra dan diri saya seperti itu. salam buat kawan-kawan semuanya.
20 jam yang lalu · 2 orangMemuat…
o
Pringadi Abdi Surya kemana ya teman2 pendukung dadang itu sekarang???
20 jam yang lalu · 1 orangMemuat…
o
Penumpang Sepur Ekonomi Maksudnya penjual salak tho Pri?he3.aq msh tringat dgn tukang salak!
20 jam yang lalu
o
Penumpang Sepur Ekonomi Saya salut dan hormat dgn komentar Pak Suyitno Ethex, meski sm2 brasal dr mojokerto, Pak Suyitno Ethex tetap objektif
20 jam yang lalu · 2 orangMemuat…
o
Hananto Widodo tapi tulisan ini kok diposting di fesbuk..khan kasihan orgnya..apalagi orgnya masuk dalam catatan yg ditandai..
19 jam yang lalu · 1 orangMemuat…
o
Imam Muhtarom sastra oh sastra…
17 jam yang lalu · 1 orangMemuat…
o
Ahmad Faishal Hem…
17 jam yang lalu
o
Han Gagas Email cerpen horison apa benar ini: horisoncerpen@gmail.com, nanti saya kirimi email hasil amatan Mas Yoga ini.
17 jam yang lalu · 2 orangMemuat…
o
Sumar Yoga udah aku kasih surat ke redaksi majalah horison, buat tulik,ndak apa2. karena dia sendiri juga ndak kasihan sama para pembaca setia sastra. dia tidak memiliki moralitas. sehingga moralitas dan agama pun tidak akan mampu mengikat jiwanya. saya kira dia benar-benar sakit
17 jam yang lalu · 4 orangMemuat…
o
Sumar Yoga bayangkan 80% cerpen Kappa ditulis ulang tanpa diedit, kalau yang di kompas mungkin hanya 25%/35% aja, apa bukan orang gila itu
17 jam yang lalu · 3 orangMemuat…
o
Sumar Yoga kalau ingin lihat detail-detailnya. udah saya scan cerpen dadang di horison dan cerpen kappa, silahkan lihat di www.syoga.blogspot.com
16 jam yang lalu
o
Hutasuhut Budi Barang bukti lain. Kalau di dunia hukum, namanya novum. Tolong dibuat BAP tersangka.
15 jam yang lalu
o
Faradina Izdhihary Mas Sumar, salam kenal. Saya sdh intip.Hiiiii sampai gemetar aku membacanya. Waduuuh, mgkn karena telah berhasil lolos dan apa ya namnya …. redaktur Horison dia nekad mengulang lagi di Kompas. Tidak hanya menyakiti para pembaca sastra, tetapi juga sangat tdk fair pada penulis lain yg menulis dg sungguh2, jujur,m dan harus antri buat dimuat hehehehe
15 jam yang lalu
o
Reni Teratai Air
Aku pernah membaca Kappa, akutagama Ryunossuke. Meski agak-agak lupa lagi… tapi aku belum baca Pengisah Akutagama ‘ala’ Dadang…
Mungkin maksudnya ‘Pengisah Akutagama’ versi Dadang… adalah : ‘Ini cerpennya akutagama yg aku tulis ulang’ … :D Lihat Selengkapnya
14 jam yang lalu
o
Hardho Sayoko Spb
Kasus seperti ini selain sangat menodai sejarah sastra di tanah air, juga sangat melukai hati para penulis yang selama hidupnya berdarah-darah untuk terus serius berkarya.
Betapa memalukannya mereka yang selama ini dengan berlindung di bali…k nama besar sebuah media, yang dengan kewenangan menyeleksi naskah yang masuk, dan tanpa boleh diganggu gugat meloloskan kiriman cerpen atawa puisi pemilik nama yang dianggap pakar kata belibet (maaf pinjam isitlahnya bang Hamsad lewat Bamby), atau menulis dengan seting luar negeri seperti yang disangka Bamby, ternyata wawasannya tak seluas yang dibayangkan orang. Hehe
Menurut pendapat simbah, mereka yang entah karena kelalaiannya atau sedikit karya sastra yang dibacanya, hingga ikut meloloskan karya jplakan yang sungguh memalukan itu, sebaiknya mengundurkan diri saja, dan digantikan para sastrawan lain yang jelas mumpuni dalam bidangnya.Lihat Selengkapnya
14 jam yang lalu · 2 orangMemuat…
o
Sumar Yoga ?@Reni, kalau pernah baca kappa nya akutagama,disitu ada tanya jawab antara tokoh kami dan Nyonya Hop yang dirasuki arwah penyair Tock, dana tanya jawab itu seluruhnya dioper oleh dadang tanpa diedit ke dalam cerpen ala dadang, pengisah akutagawa
14 jam yang lalu
o
Sumar Yoga selain itu masih ada lagi beberapa aline yang juga sama persis.tapi yang paling menonjol dan dominan ya tadi yang tanya jawab
14 jam yang lalu
o
Sumar Yoga ?@hardho, piye ngawi, kapan ketemu,kegiatanku wis rada berkurang ini, katanya mau bikin acara di ngawi
14 jam yang lalu · 2 orangMemuat…
o
Sumar Yoga
Ini email jamal d rahman, yang tadi malam langsung aku sms dan email, berkait keberatan cerpen dadang dimuat,karena merupakan plagiat cerpen kappa. joni aridnata juga langsung aku sms tadi malam

Kepada Yth.
Sdr. S. Yoga

…Apa kabar? Semoga baik-baik.

Terima kasih atas masukan ini. Kami akan segera pelajari masalah ini, dan tentu kami akan ambil sikap.

Sekali lagi, terima kasih.

Salam hangat,

Jamal D. RahmanLihat Selengkapnya
14 jam yang lalu · 1 orangMemuat…
o
Muntamah Sekar Cendani Ijin menyimak kepada para sesepuh, salam takzim.
14 jam yang lalu
o
Han Gagas aku merasa redaktur yg kelamaan pegang media jd ga peka dlm pembacaannya trutama kompas ma horison. Ingat Soeharto diktator, rejim sastra akankah sama sj dg rezim politik, yg makin lama bercokol makin rabun dan malas membaca buku.
13 jam yang lalu
o
Miftah Fadhli yah, paling tidak ada dua media cetak BESAR (Kompas dan Horison) yang diBODOH-BODOHI (bukan ‘kecolongan’) oleh si Dadang itu..

Damn it!! KECEWA BESAAAAAAAAARRRRRRRRRRR!!!!!!!
12 jam yang lalu
o
Hananto Widodo ?@sumar yoga:ok,tp lebih baik ini bukan sekedar forum ini menghujat dia.tp kalau bisa beri ruang utk klarifikasi.mengapa dia sampai berbuat begitu.oleh karena itu yg namanya dadang lebih baik nongol saja.
10 jam yang lalu
o
Sumar Yoga lha orangnya ndak berani nonggol, gimana lagi.
10 jam yang lalu
o
Bamby Cahyadi Apakah mungkin ada mafia cerpen, sehingga cerpen2 dadang yg plagiat itu bisa tembus media besar? Inilah yg menjadi pertanyaan saya berikutnya.

Sumber lain: http://www.facebook.com/notes/sumar-yoga/pengisah-akutagama-dan-kappa-cerpen-yang-sama/149837945074109

Komentar

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com