Langsung ke konten utama

Novelis Prancis Menangi Nobel Sastra 2008

Jurnal Nasional, 19 Okt 2008
Dwi Fitria

Novelis Prancis, Jean Marie Gustave Le Clezio memenangi Hadiah Nobel Sastra 2008. Kemenangan Le Clezio ini diumunkan hari Rabu (8/10) oleh panitia penghargaan ini di Stockholm, Swedia.

Swedish Academy menobatkan Le Clezio, 68 tahun sebagai seorang “penulis yang meramu petualangan yang puitis dan sensual, pengembara nilai-nilai kemanusiaan yang mampu melewati tapal batas peradaban.”

Le Clezio memantapkan namanya di dunia sastra melalui karyanya Desert (1980), sebuah karya yang menurut The Swedish Academy berisi “imaji luar biasa dari peradaban hilang di padang pasir Afrika Utara, yang dikontraskan dengan penggambaran Eropa melalui sudut pandang seorang imigran yang tak diinginkan.” Karya-karya lainnya antara lain Terra Amata, The Book of Flights, War dan The Giants.

Sebelumnya Le Clezio juga telah memenangi hadiah dari pemerintah Prancis untuk karyanya tersebut.

Le Clezio dilahirkan di Nice pada 1940, dan kemudian pindah ke Nigeria saat berusia delapan tahun, di mana ayahnya menjadi dokter selama masa Perang Dunia II. Menurut The Swedish Academy karya terbaru Le Clezio, Ballaciner (2007), adalah sebuah esai yang amat personal mengenai sejarah film dan peran penting film dalam hidupnya.

Sayangnya kemenangan Le Clezio diwarnai kecurigaan terjadinya kebocoran nama pemenang sebelum waktunya. Nobel juga salah satu ajang yang kerap dijadikan pertaruhan para pejudi kelas kakap, beberapa saat sebelum diumumkan, taruhan untuk Le Clezio meningkat secara tak terduga. Padahal seleksi Nobel adalah sebuah proses yang amat dijaga kerahasiaannya.

“Saya memiliki kecurigaan bahwa ada kebocoran dalam sistem seleksi Nobel kali ini,” ujar Sekertaris Permanen Swedish Academy, Horace Engdahl.

(AP/ Dwi Fitria)

Pemenang Booker Prize 2008
Aravind Adiga, keluar sebagai pemenang penghargaan sastra bergengsi Man Booker untuk novelnya The White Tiger. Hal ini diumumkan oleh dewan juri Man Booker Prize di London pada Selasa (15/08) lalu.

Adiga memenangi hadiah sebesar US$87 ribu untuk bukunya yang bercerita tentang seorang laki-laki yang menghalalkan segala cara untuk meninggalkan desanya yang miskin dan hidup mengejar kesuksesan di kota besar.

Adiga, 34 tahun adalah pemenang termuda dalam ajang ini. Ketua dewan juri Michael Portillo mengatakan bahwa buku Adiga ini adalah sebuah karya yang sangat luar biasa. “Novel Adiga nyaris sempurna. Sulit sekali menemukan kesalahan struktural di dalamnya,” ujar Portillo.

Banyak yang menuduh bahwa Adiga, yang kini tinggal di Mumbai, secara sengaja membuat penggambaran negatif atas India Modern dan masyarakat kelas bawahnya. Tetapi Adiga mengatakan bahwa ia ingin menulis tentang semua aspek dari masyarakat India.

“Di India jika Anda ingin membuat sebuah novel, Anda harus benar-benar melakukan usaha sadar untuk memahami orang-orang di sana dengan segala cara,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan BBC beberapa saat setelah kemenangannya diumumkan.

Adiga adalah penulis India keempat yang memenangi penghargaan ini, sebelumnya Salman Rushdie, Arundhati Roy dan Kiran Desai telah memenangi penghargaan ini. V.S Naipaul yang memiliki darah India juga pernah memenangi Man Booker Prize.

Penulis lain yang masuk nominasi penghargaan Booker tahun ini adalah Steve Toltz, Sebastian Barry, Amitav Ghosh, Linda Grant dan Philip Hensher.

(AP/ Devi)

Komentar

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com