Agus Buchori *
Kemajuan
informasi yang ditandai dengan kemudahan akses internet sehingga memudahkan
orang untuk berbagi informasi membuat dua serasa semakin menyempit tak berjarak
lagi. Apa yang yang terjadi di belahan dunia lain bisa dalam waktu bersamaan
dilihat dan diterima oleh orang di belahan dunia yang lain.
Namun
tidak semua informasi yang tersaji di internet adalah informasi yang kredibel
karena semua bisa berperan serta tanpa adanya penyaring yang bisa menjamin
reliabilitas informasi tersebut. Seorang siswa bisa dengan mudah menjawab tugas
pekerjaan rumahnya dengan cepat hanya dengan browsing di internet yang sekarang
semakin murah.
Begitu
juga seorang mahasiswa yang sedang mengadakan penelitian untuk tugas akhirnya
bisa dengan cepat memperoleh bahan yang dibutuhkannya hanya dengan berselancar
di internet tak kurang dari satu jam. Pertanyaannya adalah apakah semua bahan
informasi yang diberikan oleh internet tersebut valid dan bisa
dipertanggungjawabkan? Masih menjadi pembahasan beberapa kalangan ilmiah untuk
itu.
Arsiparis
sebagai pengelola informasi yang mempunyai tingkat otentisitas maupun
reabilitas tinggi bisa mengambil celah kekurangan ini untuk bisa menjadi sumber
informasi yang terpercaya. Mengapa demikian? Ini dikarenakan apa yang dikelola
arsiparis adalah rekaman kegiatan dalam corak apapun yang otentik karena
tercipta bersamaan sebuah kegiatan atau transaksi itu berlangsung.
Selain
itu masih juga harus dipenuhi oleh seorang arsiparis sebelum mengelola arsip
tersebut adalah keabsahan sebuah dokumen misalnya terkait ciri-ciri naskah,
pejabat yang terlibat, atau misalnya foto, bahwa foto tersebut merupakan bagian
tak terpisahkan dari sebuah proses kegiatan sehingga tidak ada informasi yang
terpisah karena yang dikelola arsiparis adalah sebuah berkas utuh sebuah
kegiatan.
Inilah
yang membedakan antara informasi kearsipan dan informasi media lainnya pada
umumnya.
Tentunya
akan sangat riskan apabila arsiparis mengelola informasi yang tidak otentik
karena apa apa yang dikelola oleh seorang arsiparis adalah sesuatu yang bisa
menjadi bukti di pengadilan atau ke depan bisa menjadi bahan pertanggungjawaban
sebuah kegiatan. Jadi dari sini bisa kita lihat bahwa apa yang disajikan oleh
arsiparis bisa dijadikan sumber yang kredibel dan terpercaya bagi para
pengaksesnya.
Melihat
hal ini arsiparis harus bisa berkiprah berkiprah lebih jauh di dunia keramaian
teknologi informasi. Penguasaan sarana teknologi informasi mutlak diperlukan
agar arsiparis tidak ketinggalan jaman dan bisa berpartisipasi untuk menjadi
bagian penyaji informasi di era globalisasi. Biar bagaimanapun keabsahan sebuah
sumber informasi masih menjadi titik berat utama bagi para penggunanya agar
informasi bisa dipertanggungjawabkan.
Bila kondisi tersebut bisa terjadi tentunya apa yang
disajikan oleh arsiparis niscaya akan menjadi referensi utama setiap orang yang
butuh informasi karena datanya otentik dan reliabilitasnya juga tinggi.
Informasi adalah hak warga negara jadi warga negara pun berhak untuk memperoleh
informasi yang kredibel dan terpercaya. Dan arsiparis harus bisa menjawab
tantangan tersebut.
*) Arsiparis Lamongan, Jawa Timur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar