Langsung ke konten utama

Kisah antara Romansa, Thriller dan Budaya Cina

Judul Buku : The Interior
Penulis : Lisa See
Penerjemah : A. Rahartati Bambang Haryo
Penerbit : Qanita, Bandung
Cetakan : Pertama, 2007
Tebal : xv+623 halaman
Peresensi : Ahmad Fatoni *
http://sastra-indonesia.com/

BAGI pembaca cerita-cerita action-thriller, nama Lisa See mungkin masih terdengar asing. Padahal Lisa See, penulis wanita Amerika berdarah Cina ini termasuk novelis yang cukup produktif. Beberapa karya novelnya banyak mendapat pujian dari para kritikus dan sempat bertengger di daftar Best Seller sepanjang tahun 2005 di New York Times dan Los Angeles Times. Dan The Interior adalah satu dari tiga buku serial detektif Liu Hulan (The Flower Net, The Interior, Dragon Bones).

Buku The Interior yang ditulis Lisa See tahun 1999 ini merupakan novel action-thriller yang dikemas secara unik dan menarik karena menghadirkan sisi-sisi eksotisme masyarakat Cina lengkap dengan sejarah masa kelam Cina pada masa Revolusi Kebudayaan. Kisah yang bersetting di dua negara besar Amerika dan Cina ini diawali dengan terbunuhnya seorang gadis di desa pedalaman Cina bernama Miaoshan.

Hanya ada satu orang yang dianggap mampu membekuk sang pembunuh, yaitu detektif muda Liu Hulan dari Kementerian Pertahanan Publik Cina. Kasus pembunuhan itu lalu membuat Hulan terlempar ke masa lalu. Desa terpencil yang harus didatanginya adalah tempat dia menjalani masa-masa berat selama Revolusi Kebudayaan.

Menariknya, kasus kematian Miaoshan bahkan mengundang perhatian dua negara besar (Amerika dan Cina) untuk bekerjasama menguak misteri yang menyelimutinya. Dalam kisah ini, Lisa See mempertemukan kembali Liu Hulan dan David Stark di pedalaman Cina. Detektif Hulan dari Cina dan Asisten Jaksa Penuntut Umum AS, David Stark, ditugasi oleh masing-masing negaranya untuk mengusut peristiwa tersebut. David dan Hulan sendiri sebenarnya pernah bertemu dan menjalin asmara ketika Hulan menempuh pendidikannya di Amerika. Pada novel ini bahkan dikisahkan kondisi Hulan yang sedang mengandung janin hasil hubungannya dengan David.

David dan Hulan kemudian bahu-membahu dalam penyelidikan yang mulanya seperti tak berkaitan menjadi kasus yang menyeret mereka dalam konspirasi dan jalinan rumit Knight International, sebuah pabrik raksasa dari Amerika yang beroperasi di Cina dan disinyalir bertanggung jawab atas kematian Miaoshan. Untuk mengungkap kasus ini Liu Hulan harus menyamar sebagai buruh di pabrik tempat Miaoshan bekerja semasa hidupnya.

Lewat penyamarannya Hulan jelas-jelas menemukan masalah yang tidak beres, seperti kondisi pabrik yang mengabaikan keselamatan para buruh, tempat kerja yang lebih mirip ruang tahanan, kebohongan manager tentang jumlah gaji, rekruitmen buruh di bawah umur, bahkan ganjaran mati bagi buruh yang coba-coba membocorkan rahasia perusahaan sebagaimana dialami Miaoshan.

Demi melacak lebih jauh tentang kecurangan perusahaan, Hulan dan David menyusup ke jantung Knight International. Para petinggi perusahaan lalu tertangkap basah telah melakukan berbagai tindak kejahatan, namun bukan berarti kasus ini selesai terungkap, beberapa pembunuhan kembali terjadi. Cerita semakin menegangkan karena ternyata berbagai kepentingan masuk dalam kasus ini hingga akhirnya David dan Hulan sendirilah yang harus bertaruh nyawa untuk membongkar semua misteri yang ada.

Lisa See dalam novel ini menyuguhkan cerita gabungan antara romansa, thriller dan sepenggal sejarah Cina secara memikat. Terungkitnya kembali kisah haru asmara antara David dan Hulan disajikan secara proporsional bahkan melengkapi latar belakang cerita. Setting lintasbudaya antara Amerika Serikat dan Cina membuat pembaca tidak bosan. Selain itu situasi dan perilaku masyarakat Cina pun terkeskplorasi dengan lugas, sehingga melalui kisah ini pembaca akan mengetahui kondisi sosial dan politik masyarakat Cina sebelum wafatnya pemimpin besar Cina Deng Xiaoping.

Kelebihan novel ini terhampar dalam alur cerita yang enak diikuti dan ketegangan yang dibangun dengan menawan, meskipun terdapat sisipan-sisipan budaya, sejarah, romansa, dan sebagainya, namun semua itu tak mengganggu kenikmatan membaca karena diramu secara apik dan menjadi bagian penting dari kesatuan unsur kisah.

Boleh dibilang novel ini mencerdaskan pembacanya terutama dalam hal sejarah dan budaya Cina. Seperti terlihat dalam beberapa novel serial detektif lainnya, kepiawaian Lisa See dalam menjelajahi teka-teki Cina yang begitu kompleks dan tebaran misteri dalam jalinan politik kepentingan, konspirasi kejahatan, adat dan tradisi, dan lain-lain membuat novel thriller ini tampil mendebarkan.

Ditambah lagi, bahasa terjemahan The Interior tampak mengalir lancar sehingga bagi pembaca Indonesia novel ini memiliki tingkat keasyikan tersendiri dan bisa dinikmati oleh siapa saja baik oleh para penggemar novel action-thriller maupun oleh pembaca yang ingin mengetahui sisi lain tentang eksotisme budaya Cina yang begitu menakjubkan.

*) Ahmad Fatoni, Peminat sastra dan penggiat Pusat Studi Islam dan Filsafat UMM

Komentar

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com