09/01/09

Masuk Komik Keluar Komik

Donny Anggoro*
http://www.kompas.com/

Bukan hal baru lagi jika kita membicarakan pelbagai masalah yang menyelubungi dunia komik kita dihadapkan pada kenyataan-kenyataan yang pada umumnya menjerumuskan komik Indonesia dalam keterpurukan.

Namun jika kita membicarakan mengenai eksperimen-eksperimen apa yang telah dicapai komikus Indonesia dewasa ini telah cukup banyak pencapaian yang sudah dilakukan.

Misalnya bibit gaya bertutur ala novel grafis yang tampak pada Tekyan (Yudi Sulistya/M.Arief Budiman), ide menghadirkan kembali ikon superhero Indonesia dengan gaya komik Marvel Caroq (Thoriq/Pe’ong), humor-parodi kehidupan sosial (Panji Koming, Doyok, duet Benny-Mice), komik strip bisu Gibug-Oncom (Wisnoe Lee), pendekatan filmis dalam Taxi Blues(Erwin Primaarya), parodi dan sains fiksi dalam 1001 Jagoan, komik strip dengan nuasa sketsais (Rachmat “Libra” Riyadi, Eko Nugroho), sampai yang dengan tegas menyatakan diri sebagai novel grafis Selamat Pagi Urbaz (Beng Rahadian), dan lain-lain.

Sayangnya selain keberhasilan para komikus kita hanya ditangkap segelintir orang, harus diakui tak banyak komik kita berhasil melanjutkan keberhasilan-keberhasilan tersebut sehingga membuat masyarakat sulit mendapatkannya lantaran sistem penerbitan komik lokal kita terbatas dengan hanya menjual komik terjemahan yang dicetak jauh lebih banyak dibandingkan komik asli Indonesia. Konon masalah ini muncul lantaran komik kita sendiri tak siap memenuhi keinginan pembaca yang haus akan cerita yang memikat, bahkan kalau bisa berjilid-jilid hingga penerbit komik kita sendiri yakin dengan terbitan komiknya, mengulang sukses seri Si Buta dari Goa Hantu (1968) yang dahulu di masa jayanya dicetak berjilid-jilid.

Mungkin sudah kerap kali dilansir di pelbagai media massa bahwa kemampuan komikus kita secara teknis dapat dikatakan unggul dan bisa dibandingkan dengan komik impor. Tapi bagaimana dengan ide cerita? Menyinggung hal satu ini dapat dikatakan komikus kita sedikit bermasalah dengan berakibat tak banyaknya komik kita diproduksi paling tidak sebanyak komik terjemahan.

Mungkin kemampuan teknis yang notabene sudah banyak dipelajari dari komik impor telah sedikit banyak menyumbangkan ide komik-komik kita secara referensial sehingga dalam masalah teknis gambar komik kita tak kalah dengan komik impor. Tapi membicarakan ide cerita nampaknya komikus kita masih perlu banyak menelaah kembali sumber referensialnya yang sialnya kebanyakan hanya dari komik juga, bukan buku-buku dari disiplin ilmu lain, misalnya sastra yang notabene sangat dekat dengan penggalian ide cerita. Konon keberhasilan komik Sukab Intel Melayu (2002) yang merupakan paduan karya sastrawan Seno Gumira Ajidarma dengan penggambar Asnar Zacky adalah bukti keberhasilan sinergi antara komikus dengan sastra yang sayangnya tak banyak dilanjutkan oleh komikus kita dewasa ini.

Secara mudah dapat disebut komikus kita sedang “kebanyakan membaca komik” sehingga menjadi salah satu kendala yang sulit dipungkiri dan menyebabkan kebanyakan komik kita dewasa kini sangat miskin ide meski kaya dengan pencapaian teknis visual. Cerita-cerita yang belum tamat karena miskin ide ditambah dengan keenganan penerbit kita menerbitkan komik karya anak bangsa sendiri semakin menambah benang kusut permasalahan yang menukik dari dunia komik kita sendiri.

Pertanyaan selanjutnya kenapa hal itu bisa terjadi? Apakah hal demikian terjadi lantaran hanya masalah “kebanyakan membaca komik” tadi? Bisa jadi itu kemungkinan-kemungkinan betul adanya karena ide-ide orisinil yang telah berhasil dicapai komikus kita sebelumnya hampir semuanya berasal dari keterbukaan diri terhadap disiplin ilmu-ilmu lain. Ketajaman pengamatan sosial dalam kartun Benny dan Mice, misalnya, sulit dipungkiri jika komikusnya tak benar-benar memposisikan diri sebagai pengamat sosial yang jeli setelah pencapaian teknis gambar sudah dilalui komikusnya, itu jika kita harus menyebut salah satu contoh komik mutakhir kita yang belum lama ini juga cukup sukses baik dari segi mutu maupun dari segi penjualannya.

Untuk contoh yang lebih konkrit lagi kita dapat menyebut seri kartun fisika besutan Larry Gonick (sudah diterbitkan KPG)yang begitu membuka diri terhadap ilmu fisika dan ilmu alam. Atau contoh lain dari Ganes TH yang membuka diri pada sejarah kebudayaan Indonesia dalam menghasilkan masterpiece-nya, Si Buta dari Goa Hantu dan Djampang Djago Betawi.

Membuka diri pada disiplin ilmu lain memang tak mudah. Diperlukan kepekaan sosial yang tinggi dari komikusnya sendiri disamping diperlukan pula kemampuan pencernaan ilmu yang baik sehingga dari penjelajahannya akan dapat menghasilkan komik yang bermutu dan tak lekang dimakan waktu.

Barangkali tugas komikus akan sedikit bertambah berat setelah bercapai-capai mempelajari kemampuan teknis visual. Tapi bagaimana dengan sinergi atau kolaborasi yang bukan tak mungkin akan mempermudah kerja komikus yang memang tugasnya sebagai penggambar? Sinergi atau kolaborasi dengan penulis cerita yang unggul dalam sastra misalnya juga diperlukan kemampuan membuka diri terhadap disipilin ilmu lain sehingga komik yang dihasilkan tak meulu hanya menjadi “masuk komik keluar komik”.

Mempelajari keberhasilan dari komik impor mungkin adalah salah satu cara termudah sehingga misalnya kita dapat menyebut kenapa komik Tintin karya Herge masih digemari orang sampai sekarang ini. Aspek sejarah dan observasi yang mendetail yang kadang menghasilkan dunia arbitrer (mana suka) adalah bukti keberhasilan misalnya kenapa komik Tintin, Lucky Luke, atau Asterix masih memikat sampai sekarang.

Sejatinya komik memang dunia visual. Bahasa gambar jauh lebih kuat ditonjolkan demi menghasilkan komik yang baik, seperti misalnya beberapa ‘komik bisu’ karya Wisnoe Lee Gibug dan Oncom atau Peter Kuper dengan Sticks and Stones (2004) nya yang mampu bercerita dengan hanya gambar, bukan kata-kata. Akan tetapi bukankah keberhasilan yang dicapai komik-komik bisu tanpa cerita juga berhasil dicapai akibat terbukanya sang komikus dengan wawasan ilmu lain?

Kita memang harus bekerja lebih keras lagi untuk menghasilkan komik yang bermutu. Hendaknya wawasan ilmu lain serta keterbukaan diri perlu ditingkatkan lagi oleh para komikus kita di masa mendatang.*

Rawamangun, Januari 2008.

*)eseis dan pencinta komik, tinggal di Jakarta.

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Anzib A. Junianto A. Qorib Hidayatullah A. Yusrianto Elga A.D. Zubairi A.S. Laksana Abang Eddy Adriansyah Abdi Purmono Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kirno Tanda Abdul Wachid B.S. Abdurahman Wahid Abidah el Khalieqy Abiyyu Abu Salman Acep Zamzam Noor Achiar M Permana Ade Ridwan Yandwiputra Adhika Prasetya Adi Marsiela Adi Prasetyo Adreas Anggit W. Adrian Ramdani Afrizal Malna Afthonul Afif Agama Para Bajingan Aguk Irawan Mn Agus B. Harianto Agus Buchori Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sulton Agus Sunarto Agus Utantoro Agus Wibowo Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Fatoni Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajie Najmudin Ajip Rosidi Akbar Ananda Speedgo Akhiriyati Sundari Akhmad Fatoni Akhmad Saefudin Akhmad Sekhu Akhmad Taufiq Akhudiat Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Alhafiz K Ali Shari'ati Alizar Tanjung Alvi Puspita Alwi Karmena Amarzan Loebis Amien Kamil Amien Wangsitalaja Amiruddin Al Rahab Amirullah Amril Taufiq Gobel Amy Spangler An. Ismanto Andrea Hirata Andy Riza Hidayat Anes Prabu Sadjarwo Anett Tapai Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anne Rufaidah Anton Kurnia Anton Suparyanto Anung Wendyartaka Anwar Holid Aprinus Salam Ari Dwijayanthi Arie MP Tamba Arif B. Prasetyo Arif Bagus Prasetyo Arif Hidayat Aris Darmawan Aris Kurniawan Arswendo Atmowiloto Arti Bumi Intaran Arwan Tuti Artha AS Sumbawi Asarpin Asef Umar Fakhruddin Asep Sambodja Asep Yayat Askolan Lubis Asrul Sani Asvi Marwan Adam Asvi Warman Adam Audifax Awalludin GD Mualif Awaludin Marwan Bagja Hidayat Balada Bale Aksara Bambang Bujono Bambang Irawan Bambang Kempling Bambang Unjianto Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Beni Setia Berita Berita Utama Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Binhad Nurrohmat Bobby Gunawan Bonnie Triyana Bre Redana Brunel University London Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hatees Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiman S. Hartoyo Burhanuddin Bella Cak Kandar Catatan Cepi Zaenal Arifin Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Cucuk Espe D Pujiyono D. Zawawi Imron Dadang Ari Murtono Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Danarto Dantje S Moeis Darju Prasetya Darwin David Krisna Alka Dedy Tri Riyadi Deni Ahmad Fajar Denny JA Denny Mizhar Deny Tri Aryanti Dian Hartati Dian Sukarno Dicky Dina Oktaviani Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Djuli Djatiprambudi Dodi Ambardi Dody Kristianto Donatus Nador Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Arjanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Kartika Rahayu Dwi Khoirotun Nisa’ Dwi Pranoto Dwicipta Edy Firmansyah Eep Saefulloh Fatah Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Hendri Saiful Eko Suprianto Emha Ainun Nadjib Endah Sulwesi Endi Haryono Endri Y Enung Sudrajat Erwin Erwin Dariyanto Erwin Setia Esai Esha Tegar Putra Evan Ys Evieta Fadjar F. Aziz Manna Fadjriah Nurdiarsih Fahrudin Nasrulloh Faidil Akbar Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Farida-Suliadi Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Feby Indirani Felik K. Nesi Fenny Aprilia Festival Sastra Gresik Fikri MS Firdaus Muhammad Firman Nugraha Fuad Nawawi Galang Ari P. Gampang Prawoto Ganug Nugroho Adi Gerakan Literasi Nasional Gerakan Surah Buku (GSB) Gerson Poyk Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gregorio Lopez y’ Fuentes Gugun El-Guyanie Gunawan Budi Susanto Gunawan Maryanto Guntur Alam Gus tf Sakai Gusti Eka H Marjohan HA. Cholil Mudjirin Hadi Napster Halim HD Hamberan Syahbana Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Hanik Uswatun Khasanah Hans Pols Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Firdaus Hasan Gauk Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hawe Setiawan Helwatin Najwa Hepi Andi Bastoni Heri KLM Heri Latief Heri Ruslan Herman RN Hermien Y. Kleden Herry Lamongan Heru Kurniawan Heru Nugroho Hudan Hidayat Hudan Nur Hudel Humaidiy AS Humam S Chudori I.B. Putera Manuaba Ibn Ghifarie Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Idrus Ignas Kleden Ika Karlina Idris Ilham khoiri Ilham Yusardi Imam Cahyono Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indiar Manggara Indra Intisa Indra Tranggono Indrian Koto Intan Indah Prathiwie Inung AS Iskandar Noe Iskandar P Nugraha Iwan Nurdaya-Djafar Iyut Fitra J.J. Rizal Jacques Derrida Jafar Fakhrurozi Jafar M Sidik Jafar M. Sidik Jaleswari Pramodhawardani Jamal D Rahman Jamal T. Suryanata Jamrin Abubakar Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean Couteau Jean-Marie Gustave Le Clezio Jefri al Malay Jihan Fauziah JJ Rizal JJ. Kusni Jodhi Yudono Johan Edy Raharjo Joko Pinurbo Jokowi Undercover Jonathan Ziberg Joni Ariadinata Joni Lis Efendi Jual Buku Juli Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kang Warsa Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasijanto Sastrodinomo Kasnadi Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Keith Foulcher Khansa Arifah Adila Khisna Pabichara Khrisna Pabichara Kirana Kejora Koh Young Hun Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kostela (Komunitas Sastra Teater Lamongan) Kristine McKenna Kritik Sastra Kukuh Yudha Karnanta Kurie Suditomo Kurniawan Yunianto Kuswaidi Syafi'ie Kuswinarto L. Ridwan Muljosudarmo Lan Fang Langgeng W Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Leo Kelana Leo Tolstoy Lia Anggia Nasution Linda Christanty Liza Wahyuninto LN Idayanie Lukman Santoso Az Luky Setyarini Lutfi Mardiansyah M Abdullah Badri M Aditya M Anta Kusuma M Fadjroel Rachman M. Arman AZ M. Faizi M. Harir Muzakki M. Kanzul Fikri M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S. M. Misbahuddin M. Mushthafa M. Nahdiansyah Abdi M. Raudah Jambak M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Makyun Subuki Maman S Mahayana Marcus Suprihadi Mardi Luhung Marhalim Zaini Mario F. Lawi Maroeli Simbolon S. Sn Martin Aleida Martin Suryajaya Marwanto Mashuri Matroni Matroni El-Moezany Mawar Kusuma Max Lane Media: Crayon on Paper Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia MG. Sungatno Misbahus Surur Miziansyah J. Moh. Samsul Arifin Mohammad Eri Irawan Muhammad Antakusuma Muhammad Firdaus Rahmatullah Muhammad Muhibbuddin Muhammad Rain Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhammd Ali Fakih AR Muhidin M. Dahlan Mukhlis Al-Anshor Mulyo Sunyoto Munawir Aziz Murnierida Pram Musa Asy’arie Mustafa Ismail N. Syamsuddin CH. Haesy Nandang Darana Nara Ahirullah Naskah Teater Nazar Nurdin Nenden Lilis A Nezar Patria Nina Herlina Lubis Ning Elia Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Nobel Noor H. Dee Noval Jubbek Novelet Nu’man ‘Zeus’ Anggara Nunik Triana Nur Faizah Nur Wahida Idris Nurcholish Madjid Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nuriel Imamah Nurman Hartono Nuruddin Al Indunissy Nurul Anam Nurul Hadi Koclok Obrolan Oka Rusmini Oktamandjaya Wiguna Olivia Kristinasinaga Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Oyos Saroso H.N. Pandu Jakasurya Parak Seni Parakitri T. Simbolon PDS H.B. Jassin PDS. H.B. Jassin Pembebasan Sastra Pramoedya Ananta Toer Pramoedya Ananta-Toer Pringadi Abdi Surya Pringadi AS Prof. Tamim Pardede sebut Bambang Prosa Proses Kreatif Puisi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N PUstaka puJAngga Putu Wijaya Qaris Tajudin R.N. Bayu Aji Radhar Panca Dahana Rahmat Hidayat Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Ranang Aji S.P. Ranggawarsita Ratih Kumala Ratna Sarumpaet Ratu Selvi Agnesia Raudal Tanjung Banua Remy Sylado Rengga AP Resensi Resistensi Kaum Pergerakan Revolusi RF. Dhonna Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridwan Munawwar Galuh Riki Dhamparan Putra Risang Anom Pujayanto Riswan Hidayat Riyadi KS Rodli TL Rofiqi Hasan Rojil Nugroho Bayu Aji Rukardi S Sopian S Yoga S. Jai Sabrank Suparno Sahaya Santayana Sainul Hermawan Sajak Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sanggar Teater Jerit Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sari Oktafiana Sartika Dian Nuraini Sasti Gotama Sastra Sastra Liar Masa Awal Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) Sekolah Literasi Gratis (SLG) STKIP Ponorogo Selo Soemardjan Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Septi Sutrisna Sergi Sutanto Sevgi Soysal Shinta Maharani Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Siswoyo Sita Planasari A Siti Rutmawati Siti Sa’adah Sitor Situmorang Slamet Hadi Purnomo Sobih Adnan Soeprijadi Tomodihardjo Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sotyati Sri Wintala Achmad St. Sunardi Stefanus P. Elu Stevy Widia Sugi Lanus Sugilanus G. Hartha Suherman Sukardi Rinakit Sulaiman Djaya Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sungging Raga Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Surat Suripto SH Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susianna Susiyo Guntur Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suyadi San Syafruddin Hasani Syahruddin El-Fikri Syaiful Amin Syifa Aulia Syu’bah Asa T Agus Khaidir Tasyriq Hifzhillah Tatang Pahat Taufik Ikram Jamil Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Presetyo Teguh Ranusastra Asmara Teguh Winarsho AS Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Theresia Purbandini Thowaf Zuharon Tia Setiadi Tita Maria Kanita Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tony Herdianto Tosa Poetra Tri Purna Jaya Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Tulus S Ulfatin Ch Umbu Landu Paranggi Umi Kulsum Universitas Indonesia Universitas Jember Urwatul Wustqo Usman Arrumy Utami Widowati UU Hamidy Veronika Ninik Vien Dimyati Vino Warsono Virdika Rizky Utama Vyan Taswirul Afkar W Haryanto W. Herlya Winna W.S. Rendra Wahyu Heriyadi Wahyu Hidayat Wahyu Utomo Walid Syaikhun Wan Anwar Wandi Juhadi Warih Wisatsana Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Budiartha Wayan Supartha Wendoko Wicaksono Adi William Bradley Horton Wisnu Kisawa Wiwik Widayaningtias Wong Wing King Y. Wibowo Yang Lian Yanuar Yachya Yetti A. KA Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yopie Setia Umbara Yos Rizal Suriaji Yoserizal Zein Yosi M Giri Yudhi Fachrudin Yudhi Herwibowo Yulia Permata Sari Yurnaldi Yusri Fajar Yuval Noah Harari Z. Afif Zacky Khairul Uman Zakki Amali Zamakhsyari Abrar Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhou Fuyuan Zul Afrita