Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Bahasa Ruhani

Kuswaidi Syafi'ie
kabarbangsa.com

Bahasa merupakan sarana bagi berlangsungnya transformasi pemahaman dari “orang pertama tunggal” kepada komunikannya atau sebaliknya. Dilukiskan bahwa ketika kerja bahasa berlangsung, di situ sesungguhnya terbentang jarak yang sedang diatasi di antara dua kutub atau lebih. Bahasa tampil sebagai aktualisasi dan perayaan terhadap “kebersamaan di antara aku-engkau” dalam pemahamannya yang luas dan majmuk.

Mahasiswa UIN Yogyakarta Memahami “Maha Cinta”

Dwi Khoirotun Nisa’, Alhafiz K
http://www.nu.or.id/

Senat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan bedah buku “Maha Cinta”, Selasa (16/09). Perbincangan terhadap karya Aguk Irawan MN di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, menghadirkan Ahmad Tohari, pengasuh pesantren Maulana Rumi Kiai Kuswaidi Syafi’i, dan penulisnya sendiri sebagai narasumber.

SEJARAH LEKRA Vs MANIKEBU: HANYA INTERPRETASI TUNGGAL

Catatan buat Ikranagara
Aguk Irawan MN
http://duaduka.blogspot.com

Bung Ikra yang saya Hormati.
Bertanya pada ahli? Saya kira memang "solusi" yang benar, agar kita bisa menarik kesimpulan secara proposional. Tetapi pertanyaan saya adalah, siapa yang ahli dalam sejarah Kebudayaan kita, dan siapa yang bukan ahli? pertanyaan ini entah kenapa dalam benak saya menjadi seperti "misterius".

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com