Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Sebuah Gerak Monotonis Makhluk KKN

Sutejo
Karya Darma, 28 Des 1994

Kelahiran KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang semula bernama “Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat”, pada mulanya dilandasi oleh dua asumsi dasar yang mengukuhkan keberadaannya. Pertama, adanya fenomena kecenderungan pembangunan di tahun 70-an yang berpusat di kota, sementara di desa, yang sebenarnya adalah basis kekuatan bangsa, justru dianaktirikan.

Asketisisme dalam Sastra Profetik

Munawir Aziz *
nu.or.id 17/11/2012

Dalam ruang kehidupan yang mementaskan berbagai warna dan eksperimentasi, sastra hadir dengan misi profetik. Asketisisme merupakan dimensi penting yang membawa pengaruh dalam dunia kesastraan.

Di berbagai karya sastra, asketisisme sangat memengaruhi proses pengamatan, perenungan, hingga penciptaan. Sebagian karya sastra, entah itu mewujud dalam wajah cerpen, novel maupun puisi, dipengaruhi oleh ruh asketisme dalam nafas hidupnya. Asketisisme menjadi semacam lokomotif yang mampu menarik gerbong-gerbong inspirasi sastrawan, entah itu dalam panggung internasional, maupun yang berproses dalam ruang lokal.

Menyuarakan Pemikiran Kartini

Penulis Okky Mandasari mengambil spirit Kartini ke dalam karyanya
Ratu Selvi Agnesia
Jurnal Nasional, 12 Mei 2013

MENGAGUMI seorang tokoh seperti pejuang emansipasi, Raden Ajeng Kartini bukanlah taklit atau pemujaan. Penulis novel “Maryam” Pemenang Khatulistiwa Literary Award 2012, Okky Madasari merespona rasa kagumnya kepada Kartini—dalam pemikiran-pemikirannya sebagai inspirasi dan karya-karya. Namun Okky tetap ingin jadi dirinya sendiri.

Mengukur Kualitas Sastrawan Indonesia

Nurman Hartono
Suara Karya, 4 Mei 2013

Sepeninggal Pramodya Ananta Toer pada 30 April 2006 silam, kegalauan banyak sastrawan negeri ini hingga sekarang adalah belum adanya sastrawan Indonesia yang menerima hadiah nobel. Meski setiap tahun ada ratusan sastrawan dari seluruh dunia yang diunggulkan mendapatkan Nobel untuk Sastra meski akhirnya yang terpilih hanya satu orang, tetapi tak satupun sastrawan Indonesia yang disebut-sebut sebagai calon kandidat.

ENSIKLOPEDI PENDERITAAN: WUJUD REALISME SOSIALIS PRAM DALAM CERITA DARI BLORA

Kasnadi *
stkippgripo.ac.id

Abstract

Pramoedya Ananta Toer Is one of the Indonesian vanguard authors. As a vanguard author, he is course of supported by his high-quality works in addition to his productivity. In his work, he tends to issue the marginalized humans, the oppressed figures with all the problem of life. Therefore, Pram is well-known as a socialist realis author. On the one hand, Pram is an expert in ars poetica and keen in observation, and on the other hand he is humanitarian figure.

Antara Tragedi dan Gurau Senda

Pementasan ”Hikayat Puyu-puyu” oleh Sanggar Teater Mara
Jefri al Malay *
http://www.riaupos.co/

Pentas teater ‘’Hikayat Puyu-puyu’’ oleh Sanggar Teater Mara pada 27-28 April 2012 di Anjung Seni Idrus Tintin merupakan sebuah pentas teater yang kisahnya terinspirasi dari cerita rakyat Bengkalis yang berjudul ‘’Syair Ikan Terubuk’’. Dikisahkan dalam syair yang begitu dekat dengan masyarakat Bengkalis itu, Putri Puyu-puyu menolak keinginan Ikan Terubuk untuk mendapatkan cintanya dengan alasan mereka hidup di dua alam yang berbeda. Terubuk hidup di air asin sedang Putri Puyu-puyu hidup di air tawar. Penolakan itu mengakibatkan Terubuk murka dan akhirnya membuat keputusan menyerang Putri Puyu-puyu.

Makna sebuah Nama

Farida-Suliadi *
http://sastra-indonesia.com/

Positif, kata itu terus berkecamuk di kepala. Masih teringat, garis strip dua di alat test kehamilan. Memang sudah sebulan lebih tak dikunjungi tamu istimewa, yang biasa hadir dengan siklus aku hafal.

Aku tak kuasa lagi membendung air mata. Menangis seketika, bukan lantaran bahagia, melainkan kekhawatiran. Sanggupkah aku jalankan amanah-Mu yang kedua ini Ya Allah? Sedang anakku pertama, Ahmad Fika Wahyu Fardiansyah, masih berumur empat bulan.

Kisah al-Qur’an dan Seorang Ibu yang Bekerja

Shinta Maharani *
http://sastra-indonesia.com/

Saya seorang ibu dengan 3 anak, yang bekerja di salah satu instansi pemerintah. Mungkin ada yang menganggap saya termasuk berhasil, karena sembari bekerja, telah menyelesaikan pendidikan S-3 di salah satu universitas di Surabaya. Namun sungguh jika boleh memilih, lebih baik mengurus pekerjaan rumah tangga, mendidik putra-putri, tersebab bekerja di luar rumah bukan pilihan terbaik.

Teologi Citra Tuhan, Ibnu Arabi (Bagian V Selesai)

M. Harir Muzakki *
http://sastra-indonesia.com

Pertama, ketika kita menerapkan bagian di atas pada pengetahuan Tuhan, pemikirannya sebagai berikut: Tuhan adalah Zat yang mengetahui diri-Nya, Zat yang memahami diri-Nya. Oleh karena itu, objek pertama pengetahuan-Nya adalah diri-Nya. Semua objek pengetahuan selain diri-Nya berada dalam citra-Nya secara keseluruhan ataupun dalam beberapa bagian citra-Nya.

Teologi Citra Tuhan, Ibnu Arabi (Bagian IV)

M. Harir Muzakki
http://sastra-indonesia.com

Namun, ayat al-Qur’an, “Aku tiupkan ke padanya ruh-Ku (min ruhi),” menunjukkan hubungan khusus (nisba) antara Tuhan dan ruh manusia, yang mana ruh dibedakan dari makhluk lain. Al-Ghazali menjelaskan hubungan khusus ini sebagai berikut, dengan menggunakan kiasan pancaran cahaya matahari.

Teologi Citra Tuhan, Ibnu Arabi (Bagian III)

M. Harir Muzakki
http://sastra-indonesia.com

Selanjutnya al-Ghazali menjelaskan konsep tentang “kedekatan” (qurb), yang berhubungan dengan tingkat kesempurnaan (kamal). Seorang yang lebih sempurna menjadi, orang yang lebih dekat dengan Kesempurnaan Absolut, yaitu Tuhan. Dia berada di tingkat eksistensi sesuai dengan tingkat kesempurnaan. Eksistensi-eksistensi itu dibagi ke dalam dua tingkat: hidup dan mati. Keadaan hidup lebih sempurna dari keadaan mati.

Teologi Citra Tuhan, Ibnu Arabi (Bagian II)

M. Harir Muzakki
http://sastra-indonesia.com

Ruzbihan Baqli Shirazi

Rusbihan Baqli Shirazi adalah seorang Sufi Persi akhir abad 12. Dia memiliki tradisi mistik cinta yang dikatakan oleh Corbin “fideles d’amour.”31 Bukunya, Sharh’i Shatiyat merupakan karya terkenal untuk melestarikan tulisan-tulisan dan kata-kata al-Hallaj dan penafsiran pemikiran al-Hallaj yang seringkali sulit difahami. Oleh karena itu, sangatlah membantu untuk meneliti penafsiran tentang pernyataan al-Hallaj di atas. Dalam komentarnya, “pribadi itu” secara jelas disamakan dengan Adam, dan hadis imago Dei dikutip.

Teologi Citra Tuhan, Ibnu Arabi (Bagian I)

M. Harir Muzakki
http://sastra-indonesia.com

BAB I

Filsafat manusia Ibn ‘Arabi bercirikan konsep “Manusia Sempurna” yang disimbolkan Adam, yang Tuhan menciptakan sesuai dengan citra-Nya sebagai khalifah-Nya di muka bumi. Ciri khas utama dari antropologinya adalah faham antroposentris yang terletak pada sisi ontologi. Dia menggunakan beberapa tema dan pembahasan yang lazim bagi sufi masa awal. Sungguh, faham antroposentris bukanlah sesuatu yang baru dalam Islam, maupun tradisi Yahudi-Kristen.

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com