Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Membaca Perjalanan Sastra Sastrawan Sumatera Utara

M. Raudah Jambak
Harian Analisa, 7 Okt 2012

Beberapa waktu belakangan ini santer Hasan Al Banna diperbincangkan. Hal itu muncul ketika omong-omong sastra beberapa waktu lalu Hasan Al Banna didaulat sebagai pembicara.

Mungkin, karena Hasan Al Banna mencoba keluar dari dirinya untuk mengkritisi Hasan Al Banna, sehingga karya, peristiwa dan proses kreatif Hasan Al Banna mulai diulas. Sebagai bahan kritisi ilmiah ini menarik. Kekhawatiran itu muncul jika kritik itu muncul tidak berdasarkan objektivitas, tetapi subjektivitas. Sampan Zulaiha itu? Wah.

Pengantar Memasuki Dunia Sastra

Denny Mizhar
http://sastra-indonesia.com

“Sastra tidaklah lahir dari sebuah kekosongan. Ia mengada setelah melewati proses yang rumit yang berkaitan dengan persoalan sosio-budaya, politik, ekonomi, bahkan juga ideology dan agama” (Maman S. Mahayana).

Memasuki dunia sastra itu menurut saya memasuki dunia yang penuh dengan keindahan dan makna di dalamnya ada bahasa, simbol, ekpresi-ekpresi pengalaman juga pemikiran manusia terhadap obyek keindahannya. Lalu apa definisi sastra itu pada umumnya, mari kita coba telisik: Sastra (Sangsekerta: shastra) merupakan serapan dari bahasa sangsekerta: sastra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman” dari kata dasar sas- yang berarti “intruksi” atau “ajaran”.

Taman Kota di Era Keemasan Islam

Sejak abad pertama hijrah, masyarakat Islam sudah mulai menghadirkan taman dan kebun di lingkungannya.
Heri Ruslan
http://www.republika.co.id/

Semrawut dan kumuh.Itulah gambaran suasana sebagian besar perkotaan yang dihuni masyarakat Muslim, saat ini. Tak heran, jika masyarakat Muslim kerap dikritik lantaran kurang begitu peduli terhadap alam dan lingkungan. Suasana perkotaan masyarakat Muslim masa kini ternyata sungguh kontras bila dibandingkan 10 abad silam.

Problematik Teater Remaja (SMA)

(Dialog Jambore Teater Remaja 2008) Pendopo TBJT, 2 Agustus 2008
Pemateri : Eko ‘Ompong’ Santoso (Yogjakarta) AGS Arya Dwipayana (Jakarta).
Pemandu : R Giryadi (Surabaya)
http://teaterapakah.blogspot.com/

Kendala Aktualisasi

Kendala utama yang banyak ditanyakan dalam forum dialog oleh para peserta Jambore Teater Remaja 2008, adalah sulitnya mengaktualisasi diri. Aktualisasi diri ini disebabkan kesalahan persepsi orang tua terhadap kegiatan teater. Rata-rata orang tua menganggap kegiatan teater tidak bermanfaat.

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com